PEPAYA DI MANA-MANA: MICROGREENS ATAU BABY GREENS?
.🥀Kmaren semangat liat postingan Pakde nanem-nanem di kantong. Jadi terinspirasi dan termotivasi. Kok belakangan nanem pepaya di pekarangan sih.
.
🍓Nanem dalam kantong atau gelas bekas teuteub jalan terus kok. Daripada tanah yang sedikit itu kosong, mending diisi tanaman kan. Gatel kalo ngga nanem-nanem. Kan ada darah IPB "Institut Pleksibel Banget" ngalir di saya. 🤭😆
.
🍓Apapun yang bijinya bisa disebar, pasti saya sebar. Biji pepaya, biji cabe, biji labu kuning, biji kacang panjang, biji kecipir, dll. Bisa disebar di tanah media dalam gelas maupun kantong bekas. Ga peduli komentar "Kok banyak banget bikin bibit. Mau ditanam di mana sih?". .
.
🍓Yang asal jedor begini dimaklumi saja. Pasti karena ngga paham nanem itu ngga harus dipanen buahnya atau umbinya, tapi bisa daunnya atau seluruh sosok tanamannya[!] - untuk bikin smoothie, campuran salad, atau dimasak tumis, sayur bening, dll.
.
🍓Ketika diasup masih bayi atau balita, tanaman sayuran justru sedang dalam fase kandungan hormon awet muda paling optimal. Itu sebabnya kenapa microgreens banyak dicari. Bahkan, taoge pun sampai dimitoskan bisa menggenjot kejantanan dan kesuburan.
.
🍓Microgreens adalah tanaman "sayuran bayi", dipanen ketika daun sejatinya belum muncul. Kalau baby greens, tepatnya baby leaf greens, adalah tanaman daun yang dipanen muda, ketika umurnya 20-40 hari setelah fase perkecambahan.
.
🍓Nah, kalau tahu ada pilihan sayuran bayi dan sayuran balita begini, kenapa masih ngotot mau makan "sayuran lansia" melulu? Boleh dong lebih sering mengasup juga sayuran bayi atau sayuran balita organik tanaman sendiri, demi sehat dan awet muda.
.
Instagram @wiedharry
Comments
Post a Comment