::Info Sehat Alami Wied Harry::
Diperkenankan dibagikan tanpa perlu izin.
Seri #Takan #TanamanKantong
PANEN DAUN SINGKONG LAGI
.
Syukur tiap hari bisa panen sayuran organik. Dari daun singkong, daun ubi jalar, daun sintrong, daun kenikir, daun pepaya, daun dill, daun rimpang/temu-temuan [kencur, kunyit, temu mangga, temu lawak - diiris sangat tipis, campur bumbu urap, enak banggets!], sampai daun tanaman hias yang bisa dimakan [edible ornamental plants] seperti daun miana tembaga/marun/merah hati.
.
Semua panenan itu cuma dari takan [tanaman kantong], tumbuhan yang saya tanam dalam kantong-kantong bekas minyak goreng, tepung, sabun cair, dll. Media tanam saya gunakan media tanam organik vegan [tanpa campuran pupuk kotoran binatang] campur sekam bakar 1:2. Media saya beli jadi di toko pertanian IPB samping kanan Kampus Baranangsiang, Jl. Pajajaran, Bogor.
.
Pupuknya cukup nenggunakan cairan eco enzyme saja yang saya campurkan ke dalam air siraman. 1 tutup botol eco enzyme untuk setiap 1 liter air. Kalau ada sampah kulit pisang atau kulit bawang, saya "amprokkan" gitu aja ke atas tanah media, sekalian sebagai pupuk dan mulsa [penutup tanah]. Dengan adanya "pupuk mulsa" ini tanah media terjaga tetap lembap, tidak mudah mengering. [Cara bikin eco enzyme silakan cek IGTV saya tandem dengan Bp. Gidion Sim @proteinx3.]
.
Takan singkong saya sudah bisa dipanen daun-daunnya sebulan setelah setek batang singkong saya tanam. Selanjutnya bisa panen setiap minggu atau 2 minggu sekali jika rela daun singkongnya sudah makin grondong. Meskipun gemar makan sayuran segar mentah, daun singkong tidak termasuk salah satunya. Dalam daun singkong mentah terdapat zat racun asam sianida, baru akan hilang setelah daun singkong direbus.
.
#tanamanpekarangan #karanggizi #tamangizi #organik #plantbased #eatraw #eatclean #eatingclean #cleaneating
.
Comments
Post a Comment